Biografi Ir Soekarno – Presiden Pertama RI dan Bapak Proklamator

Home » Negarawan , Pahlawan Nasional » Biografi Ir Soekarno – Presiden Pertama RI dan Bapak Proklamator

Biografi Ir Soekarno – Presiden Pertama RI dan Bapak Proklamator

7:31 PMNO COMMENTS

Ir Soekarno adalah Presiden pertama RI dan sekaligus Bapak Proklamator bersama Drs. Moh Hatta. Beliau adalah pahlawan perjuangan kemerdekaan Indonesia. Melalui pemikiran beliaulah Indonesia memiliki Pancasila, memiliki Gelora Bung Karno, Memiliki Masjid Istiqlal yang merupakan Masjid terbesar di Asia Tenggara, sempat menjadi negara adidaya dan sangat disegani negara-negara di kawasan ASEAN dan negara di dunia bahkan ada rumor jika Indonesia tetap dipimpin oleh Soekarno maka Indonesia bakal menjadi negara adidaya menyaingi Amerika. Sebenarnya bagaimana sosok Soekarno atau yang akrab di panggil Bung Karno. Berikut ini adalh profil Ir Soekarno.

Soekarno Kecil

Bung Karno memiliki nama lahir Koesno Sosrodiharjo. Pada saat umur lima tahun, beliau sakit-sakitan. Menurut tradisi orang jaman dahulu jika seorang anak sakit-sakitan maka nama anak tersebut tidak cocok dan harus diganti. Sehingga nama Koesno Sosrodiharjo diganti menjadi Soekarno. Kata “Soekarno” adalah nama panglima perang “Karna” diambil dari cerita Bharata Yudha, sedangkan awalan “Su” dalam bahasa Jawa berarti baik. Jika ditulis dengan gelarnya maka menjadi Dr.(HC) Ir. Soekarno. Tapi kemudian sering disapa dengan Bung Karno.

Ir Soekarno atau Bung Karno dilahirkan pada tanggal 6 Juni 1901 di Surabaya Jawa Timur. Ayah Soekarno bernama Raden Soekemi Sosrodiharjo asli orang Jawa, sedangkan ibunya adalah wanita bangsawan Bali yang bernama Ida Ayu Nyoman Rai. Saat kecil Soekarno dibesarkan oleh kakeknya di Tulungagung Jawa Timur yang bernama Raden Hardjokromo.

Setelah agak besar Soekarno pindah ke Mojokerto diasuh oleh orang tuanya sendiri. Soekarno bersekolah di Eerste Inlandse School namun kemudian pindah ke Europeesche Lagere School (ELS) agar dapat dengan mudah diterima di HBS Surabaya. Di Surabaya ini Soekarno bertempat tinggal di pemondokan milik teman ayahnya yang bernama H.O.S. Tjokroaminoto yang merupakan tokoh organisasi Sarekat Islam. Di pemondokan ini Soekarno juga bertemu dengan orang-orang hebat lainnya seperti Alimin, Musso, Dharsono, Haji Agus Salim, serta Abdul Muis. Pantas saja dikemudian hari Soekarno menjadi orang penting dan orang besar di negeri ini, memang semenjak remaja ia sudah dikelilingi orang-orang hebat yang juga pejuang kemerdekaan Indonesia. Benar adanya pepatah yang berbunyi “Berteman dengan penjual minyak wangi akan tertular bau wanginya sedangkan berteman dengan pandai besi akan terpercik apinya.”

Di pemondokan Sarekat Islam milik HOS Tjokroaminoto ini Soekarno ditempa pemikirannya sehingga lebih maju dan kritis terhadap situasi yang dihadapi bangsa Indonesia yang masih dicengkeram Belanda. Iapun ikut dan aktif dalam organisasi kepemudaan yang bernama Tri Koro Dharmo yang masih dalam satu kesatuan dengan organisasi Budi Utomo. Tri Koro Dharmo kemudian berganti nama menjadi Jong Java (Pemuda Jawa). Selain ikut organisasi, Soekarno juga menuangkan pemikirannya ke dalam tulisan. Ia aktif menjadi penulis disebuah harian “Oetoesan Hindia” yang masih merupakan media milik Tjokroaminoto.

Soekarno merupakan pemuda yang cerdas. Setamat HBS dengan nilai yang sangat istimewa, Soekarno diterima di Technische Hoogeschool te Bandoeng yang sekarang bernama ITB. Disana ia mengambil jurusann Teknik Sipil, ia juga satu angkatan dengan teman lamanya di HBS yang bernama Djoko Asmo.

Soekarno Remaja

Pada tahun 1926 Soekarno lulus kuliah dengan menyandang gelar insinyur. Selama berkuliah di Technische Hoogeschool te Bandoeng atau ITB, Soekarno menumpang di rumah Haji Sanusi. Haji Sanusi adalah teman HOS Tjokroaminoto sekaligus juga anggota Sarekat Islam. I kediaman Haji Sanusi inilah Soekarno berkenalan lagi dengan orang-orang penting lainnya seperti Ki Hajar Dewantoro, Tjipto Mangunkusumo dan Dr. Dowwes Dekker mereka bertiga terkenal dengan sebutan Tiga Serangkai dan merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij.

Selama berinteraksi dengan tokoh-tokoh Sarekat Islam inilah pemikiran Soekarno tentang Islam menjadi lebih luas. Banyak tulisan beliau yang di ilhami dari pemikiran Islam. Hal ini dapat di baca dalam buku “Dibawah Bendera Revolusi Jilid 1”.

Soekarno dan Pergerakan Nasional

Nama Soekarno begitu terkenal karena keaktifannya dalam Jong Java dan juga tulisan-tulisannya di media “Oetoesan Hindia” milik HOS Tjokroaminoto. Keaktifan Soekarno tidak hanya di satu organisasi, pada tahun 1926 Soekarno mendirikan Algemene Studie Club yang menjadi embrio dari PNI. Tahun 1927 Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia atau PNI dengan fahamnya Marhaenisme. Di PNI inilah gerakan Soekarno semakin berani dalam meneriakkan persatuan Indonesia guna menentang dominasi Belanda agar tercapainya kemerdekaan semakin berani. Belanda semakin waspada mengawasi gerak-gerik Soekarno. Akhirnya Belanda merasa bahwa Soekarno sangat membahayakan bagi Belanda dan Soekarno pun memenjarakannya dan membuangnya ke penjara Sukamiskin, Bandung pada tanggal 29 Desember 1929.

Praktislah Soekarno putus dari dunia luar. Ia sudah tidak bisa lagi kontak dengan teman-teman seperjuangannya. Bahkan untuk bertahan hidup pun Soekarno mengandalkan makanan yang diantarkan oleh kakaknya yang bernama Sukarmi atau lebih dikenal dengan Ibu Wardoyo dan juga hantaran makanan dari isteri pertama beliau yang bernama Inggit.

Untuk mengirim makanan pun harus melalui penjagaan Belanda. Jika istrinya mengantar makanan, Belanda selalu memeriksa isi makanan tersebut barangkali ada surat yang bisa membuat Soekarno berinteraksi dengan dunia luar maka makanan tak boleh diberikan.

Namun Inggit tak kehilangan akal. Soekarno bisa mengetahui kabar teman seperjuangannya dari telur yang biasa dibawa oleh Inggit. Jika yang dibawa adalah telur asin maka ada masalah dengan teman-temannya. Apabila telur tersebut di tusuk jarum 1 kali berarti keadaan terkendali sedangkan jika telur ditusuk 2 kali berarti ada satu temannya yang ditangkap Belanda dan apabila telur ditusuk 3 kali berarti ada penangkapan besar-besaran oleh Belanda terhadap aktivis pejuang kemerdekaan Indonesia. Itupun hanya sekedar informasi sebatas itu selebihnya jika Soekarno ingin tahu lebih detail maka Inggit tidak berani mengatakannya di penjara karena gerakannya pun sellau diawasi oleh Belanda.

Begitulah hidup Soekarno di pengasingan. Menurut Ibu Wardoyo (kakak Soekarno), adiknya selama dipenjara di Sukamiskin sangatlah kurus kering. Kulitnya hitam dan tak terurus. begitulah penuturannya seperti yang ditulis di buku “Bung Karno Masa Muda” terbitan tahun 1978 oleh Pustaka Antarkota. Sedangkan orang tua Soekarno yaitu Raden Soekemi Sosrodiharjo dan Ida Ayu Nyoman Rai tak pernah menjenguknya karena tak tega melihat anak nya yang sangat ia banggakan bernasib seperti itu. Bagi Belanda, Soekarno adalah orang yang sangat berbahaya. Soekarno ditempatkan di penjara bersama dengan orang Belanda dengan kasus korupsi, penggelapan dan penyelewengan, hal ini agar Soekarno tak bisa mendapat informasi tentang pergerakan yang diusahakannya karena tak mungkin terpidana korupsi yang dibicarakan masalah perjuangan kemerdekaan, apalagi yang jadi terpidana adalah orang Belanda. Praktislah Soekarno tak bisa mencuri dengar untuk mendapat informasi tentang pergerakan kemerdekaan.

Dalam pengasingan Soekarno memang sengaja membuat tubuhnya hitam karena hal ini untuk memanaskan tubuhnya karena jika sudah masuk ke sel maka kondisi selnya sangat gelap dan lembab. Ia khawatir tubuhnya tak cukup mendapat sinar matahari.

Delapan bulan Soekarno di penjara tanpa pernah disidang dan akhirnya ia disidang. Dalam persidangannya Soekarno menunjukkan bagaimana Belanda yang mengaku lebih maju dan beradap itu menjajah begitu kejam rakyat Indonesia, beliau menunjukkan kemurtadan Belanda yang sesungguhnya. Hal ini tertuang dalam pembelaannya yang berjudul “Indonesia Menggugat”.

Pembelaan Soekarno itu membuat Belanda bertambah geram dan marah. Sebagai hukumannya akhirnya pada bulan Juli 1930 Belanda membubarkan PNI. Pada tahun 1931 Soekarno dibebaskan. Karena PNI telah dibubarkan maka Soekarno bergabung dengan Partindo dan sekaligus menjabat sebagai ketuanya. Ia kemudian aktif kembali menggelorakan semangat untuk mencapai kemerdekaan melalui Partindo. Akibatnya pada tahun 1933 ia pun ditangkap kembali dan dibuang ke Ende, Flores dan empat tahun kemudian ia dipindahkan ke Bengkulu.

Indonesia Merdeka

Perjuangan Soekarno dan rekan-rekannya yang begitu berliku sangat lah melelahkan namun kemerdekaan adalah harga mati yang harus segera diwujudkan oleh bangsa Indonesia. Akhirnya pada tanggal 17 Agustus 1945 bertepatan dengan hari Jum’at bulan Ramadhan, bersama dengan Drs. Moh Hatta, Ir Soekarno memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Sebelum itu pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945, Soekarno berhasil merumuskan dasar negara Indonesia yaitu Pancasila. Setelah itu pada tanggal 18 Agustus 1945 dalam sidang PPKI, Soekarno dan Moh Hatta secara aklamasi diangkat sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI yang ke 1.

Berikut Ini Adalah Rekaman Dwi Tunggal Soekarno-Hatta saat membacakan Teks Proklamasi

Soekarno dan Wanita-Wanita

Bung Karno adalah pria yang sangat kharismatik, tampan, gagah, berwibawa dan pandai. Pantaslah banyak wanita mengagumi beliau. Menurut sejarah, Soekarno pernah 9 kali menikah. Sebenarnya kriteria Soekarno dalam memilih wanita tidaklah muluk-muluk. Beliau lebih senang dengan wanita sederhana yang mengabdi pada suami. Hal ini terungkap dari percakapannya dengan Fatmawati saat masih “pdkt”.

Pada suatu senja saat Soekarno berjalan berdua dengan Fatmawati, Fatmawati bertanya tentang tipe wanita yang disukainya dan beliaupun menjawab bahwa beliau lebih memilih wanita sederhana yang setia melayani suaminya, memasakkan makanan untuk suaminya , mengambilkan sepatu suaminya. Beliau tidak suka wanita “modern” yang sering membentak dan menyuruh-nyuruh suaminya.

 

Banyak sekali karya-karya Bung Karno baik itu fisik ataupun secara pemikiran yang telah dilahirkan sebelum atau selama menjadi Presiden RI. Berikut ini adalah karya fisik beliau yang juga diilhami dari kemampuan beliau sebagai insinyur.

  1. Masjid Istiqlal yang merupakan Masjid terbesar di kawasan Asia Tenggara, sampai saat ini belum ada masjid semegah dan sebesar Istiqlal di kawasan asia tenggara.
  1. Monumen Nasional atau Monas yaitu bangunan menara yang atasnya berasal dari emas murni 24 karat yang sampai saat ini menjadi simbol Jakarta sebagai ibu kota Indonesia.
  1. Gedung Conefo
  1. Gedung Sarinah
  1. Wisma Nusantara
  1. Hotel Indonesia yang merupakan hotel pertama di Jakarta dan Indonesia
  1. Tugu Selamat Datang yaitu sebuah tugu yang menggambarkan perempuan dan laki-laki yang sedang melambaikan tangan yang merupakan pertanda untuk menyambut tamu baik itu dari luar daerah atau luar negeri saat masuk Jakarta.
  1. Monumen Pembebasan Irian Barat
  1. Patung Dirgantara
  1. Rancangan Skema Tata Letak Kota Palangkaraya

Selain itu pada tahun 1955 saat Ir Soekarno menunaikan ibadah haji, beliau melihat saat melakukan sa’i jamaah cenderung berdesak-desakkan sehingga sebagai insinyur beliau menyumbang ide agar pemerintah Arab Saudi membangun jalur Sa’i menjadi dua jalur. Dan saat ini seperti yang kita tahu tahun 1966 Pemerintah Arab melakukan perombakan atas bangunan Masjidil Haram. Jalur Sa’i menjadi dua jalur bertingkat begitu juga dengan jalur lantai bertinkat untuk towaf.

Selain itu ada sumbangsih lain dari Presiden Soekarno untuk pemerintah Arab yaitu beliau melihat di kiri-kanan jalan di arab sangatlah tandus sehingga beliau menyumbangkan bibit pohon sono dimana pohon ini sangat mudah tumbuh dan tahan di daerah panas. Sampai sekarang pohon ini masih hidup dan di arab pohon ini dinamakan pohon Soekarno.

Sebelum menjabat sebagai presiden, beliau juga pernah menelurkan sumbangsihnya sebagai insinyur untuk membongkar masjid Jami’ di Bengkulu, ini terjadi saat beliau diasingkan ke Bengkulu oleh Belanda.

Selain berupa fisik, pemikiran Soekarno sebagai politikus juga yang telah melahirkan Pancasila sebagai dasar negara RI.

Kewibawaan dan kharisma beliau juga nampak saat menyelesaikan tanpa ada pertumpahan darah sengketa antara 200.000 rakyat Indonesia dengan pasukan Jepang bersenjata lengkap yang akan bentrok di lapangan Ikada. Ini terjadi pada tanggal 19 September 1945 dimana Jepang ingin tetap menjajah Indonesia walau sudah dinyatakan merdeka.

Melalui kehebatan diplomasinya, Presiden Soekarno juga berhasil membuat pimpinan pasukan sekutu yang bernama Sir Phillip Christison mengakui secara defacto kemerdekaan Indonesia.

Dalam kancah internasional, presiden Soekarno juga telah mencetuskan Konferensi Asia-Afrika di Bandung sebagai cikal bakal negara Non Blok. Dari Konferensi Asia Afrika ini terlahirlah Dasa Sila Bandung. Dari konferensi inilah banyak negara-negara Afrika yang masih terbelakang dan terjajah dapat mengusahakan kemerdekaannya. Sampai sekarang di negara Afrika jika mendengar kata Indonesia maka yang paling awal disebut dan diingat adalah Soekarno.

Dibawah kepemimpinan Soekarno Indonesia berhasil mendapat hati dari masyarakat Internasional bahkan disinyalir dapat menyaingi dominasi Amerika sebagai negara adidaya. Walaupun di dalam negeri juga banyak terjadi pemberontakan didaerah-daerah yang ingin melepaskan diri dari Indonesia namun hal itu tidak menyurutkan wibawa, pengaruh dan kharisma Soekarno sebagai presiden Republik Indonesia.

Soekarno memang dikenal ahli dalam berpidato dan berdiplomasi. Dari pidatonya banyak rakyat Indonesia yang terbakar semangatnya. Salah satu kalimat dari pidatonya yang terkenal adalah “Berikan aku seribu orang tua, niscaya aku akan cabut Semeru dari akarnya. Berikan aku sepuluh pemuda, niscaya akan kugoncangkan dunia.”

Masa Kejatuhan Soekarno

Ada masa jaya pasti ada masa jatuh. Begitulah roda kehidupan berputar. Soekarno yang begitu berwibawa, berpengaruh dan kharismatik juga tetaplah manusia biasa. Tak ada gading yang tak retak. Dibalik kesempurnaan seseorang pasti juga ada kelengahan. Awalnya adalah peristiwa G 30 S/PKI dimana ada 5 Jendral besar AD yang dibunuh dan tuduhan itu dialamatkan pada PKI. Walaupun belum tahu apakah gerakan 30 september itu murni pemberontakan yang dilakukan PKI atau hanya rekayasa untuk menjatuhkan Soekarno.

Setelah kejadian itu, banyak demonstrasi besar-besaran terjadi yang salah satunya adalah menuntut untuk membubarkan PKI. Namun menurut sejarah yang dipelajari di sekolah, Soekarno tidak bersedia membubarkan PKI karena bertentangan dengan azas yang dianutnya waktu itu yaitu “Nasakom atau Nasional Agama Komunis”.

Pemberontakan G 30 S/PKI membuat kekacauan hebat di Indonesia, harga barang yang melambung tinggi sampai di tingkat politik pidato pertanggungjawaban Soekarno ditolak oleh MPR. Karena G 30S/PKI itulah akhirnya Soekarno harus menandatangani Supersemar atau Surat Perintah Sebelas Maret yang isinya memerintahkan kepada LetJen Soeharto untuk mengambil tindakan guna mengembalikan keamanan dan kestabilan pemerintah dan negara.

Karena Supersemar itulah kemudian Let Jen Soeharto yang saat itu telah diangkat menjadi Panglima Angkatan Darat membubarkan PKI sampai ke akar-akarnya dan dinyatakan sebagai organisasi terlarang.

Pertanggung jawaban Soekarno telah ditolak oleh MPR dan pada 20 Februari 1967 Presiden Soekarno menandatangani Surat Pernyataan Penyerahan Kekuasaan dan secara de facto Soeharto yang menjadi kepala pemerintahan.

Soekarno Sakit Hingga Meninggal

Misteri kejadian G 30S/PKI sampai benar atau tidaknya Supersemar memang sampai sekarang masih diperdebatkan. Ada yang berasumsi bahwa kejadian G 30 S/PKI adalah ditunggangi kepentingan untuk merebut kekuasaan dari Soekarno dan Supersemar yang sekarang ada di sejarah sudah di rekayasa. Biarlah sejarah dan waktu yang membuktikan.

Namun kejadian itu benar-benar membuat Soekarno terpojok. Bagaimana tidak, beliau yang tak tahu menahu secara tidak langsung dikait-kaitkan dengan kejadian G 30 S/PKI dan secara tidak langsung opini masyarakat dibuat Soekarnolah yang seakan bertanggung jawab akan kejadian G 30 S/PKI. Padahal beliau tidak tahu menahu.

Sebagai dampaknya akhirnya Presiden Soekarno diasingkan ke Istana Bogor. Dalam pengasingan itu, Soekarno banyak menghabiskan waktunya dengan menginventarisir musik keroncong. Banyak sekali musik keroncong yang telah diselamatkannya agar tak hilang begitu saja.

Soekarno sangat menyukai seni, mungkin ini diturunkan oleh ibunya yang asli Bali. Soekarno juga sangat menyukai wayang. Tokoh wayanglah yang memberikan semangat kepadanya dan keyakinan bahwa yang benar bakal menang.

Soekarno juga sangat menyukai tari-tarian seluruh Indonesia. Beliau sangat antusias dengan tarian selamat datang penduduk Papua. Saking gemarnya dengan seni, istana negara penuh dengan beraneka patung serta lukisan.

Itulah yang dilakukan Soekarno saat diasingkan di Istana Bogor. Soekarno sebenarnya memiliki penyakit ginjal dan kesehatannya terus memburuk sejak Agustus 1965. Sebenarnya Soekarno pernah menjalani perawatan di Wina , Austria dan mengharuskan ginjalnya sebelah kiri untuk diangkat namun beliau tak mau dan memilih pengobatan tradisional hal ini dipilihnya karena beliau yakin akan alam Indonesia yang melimpah dengan berbagai tanaman obat bukan karena beliau tak mampu berobat dengan pengobatan modern.

Soekarno dapat bertahan dari penyakit ginjalnya hanya lima tahun. Dan pada hari minggu tanggal 21 Juni 1970, Presiden pertama Indonesia inipun meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Jenazah Sang Putera Fajar pun disemayamkan di Wisma Yasso milik Ratna Sari Dewi. Dan jenazah beliau akhirnya dimakamkan di Blitar Jawa Timur berdekatan dengan ibundanya. Selama 7 hari pemerintah mengumumkan sebagai hari berkabung nasional.

Ada beberapa kejadian menjelang berpulangnya Sang Proklamator. Berikut ini adalah detik-detik meninggalnya Bung Karno.

– Jakarta, Selasa, 16 Juni 1970. Ruangan intensive care RSPAD Gatot Subroto dipenuhi tentara sejak pagi. Serdadu berseragam dan bersenjata lengkap bersiaga penuh di beberapa titik strategis rumah sakit tersebut. Tak kalah banyaknya, petugas keamanan berpakaian preman juga hilir mudik di koridor rumah sakit hingga pelataran parkir.

 – Sedari pagi, suasana mencekam sudah terasa. Kabar yang berhembus mengatakan, mantan Presiden Soekarno akan dibawa ke rumah sakit ini dari rumah tahanannya di Wisma Yaso yang hanya berjarak lima kilometer.

 – Malam ini desas-desus itu terbukti. Di dalam ruang perawatan yang sangat sederhana untuk ukuran seorang mantan presiden, Soekarno tergolek lemah di pembaringan. Sudah beberapa hari ini kesehatannya sangat mundur. Sepanjang hari, orang yang dulu pernah sangat berkuasa ini terus memejamkan mata. Suhu tubuhnya sangat tinggi. Penyakit ginjal yang tidak dirawat secara semestinya kian menggerogoti kekuatan tubuhnya.

 – Lelaki yang pernah amat jantan dan berwibawa, dan sebab itu banyak digila-gilai perempuan seantero jagad, sekarang tak ubahnya bagai sesosok mayat hidup. Tiada lagi wajah gantengnya. Kini wajah yang dihiasi gigi gingsulnya telah membengkak, tanda bahwa racun telah menyebar ke mana-mana. Bukan hanya bengkak, tapi bolong-bolong bagaikan permukaan bulan. Mulutnya yang dahulu mampu menyihir jutaan massa dengan pidato-pidatonya yang sangat memukau, kini hanya terkatup rapat dan kering. Sebentar-sebentar bibirnya gemetar. Menahan sakit. Kedua tangannya yang dahulu sanggup meninju langit dan mencakar udara, kini tergolek lemas di sisi tubuhnya yang kian kurus.

 – Sang Putera Fajar tinggal menunggu waktu

 – Dua hari kemudian, Megawati, anak sulungnya dari Fatmawati diizinkan tentara untuk mengunjungi ayahnya. Menyaksikan ayahnya yang tergolek lemah dan tidak mampu membuka matanya, kedua mata Mega menitikkan airmata. Bibirnya secara perlahan didekatkan ke telinga manusia yang paling dicintainya ini.

– “Pak, Pak, ini Ega…”

– Senyap.

 – Ayahnya tak bergerak. Kedua matanya juga tidak membuka. Namun kedua bibir Soekarno yang telah pecah-pecah bergerak-gerak kecil, gemetar, seolah ingin mengatakan sesuatu pada puteri sulungnya itu. Soekarno tampak mengetahui kehadiran Megawati. Tapi dia tidak mampu membuka matanya. Tangan kanannya bergetar seolah ingin menuliskan sesuatu untuk puteri sulungnya, tapi tubuhnya terlampau lemah untuk sekadar menulis. Tangannya kembali terkulai. Soekarno terdiam lagi.

 – Melihat kenyataan itu, perasaan Megawati amat terpukul. Air matanya yang sedari tadi ditahan kini menitik jatuh. Kian deras. Perempuan muda itu menutupi hidungnya dengan sapu tangan. Tak kuat menerima kenyataan, Megawati menjauh dan limbung. Mega segera dipapah keluar.

 – Jarum jam terus bergerak. Di luar kamar, sepasukan tentara terus berjaga lengkap dengan senjata.

 – Malam harinya ketahanan tubuh seorang Soekarno ambrol. Dia coma. Antara hidup dan mati. Tim dokter segera memberikan bantuan seperlunya.

 – Keesokan hari, mantan wakil presiden Muhammad Hatta diizinkan mengunjungi kolega lamanya ini. Hatta yang ditemani sekretarisnya menghampiri pembaringan Soekarno dengan sangat hati-hati. Dengan segenap kekuatan yang berhasil dihimpunnya, Soekarno berhasil membuka matanya. Menahan rasa sakit yang tak terperi, Soekarno berkata lemah.

– “Hatta.., kau di sini..?”

– Yang disapa tidak bisa menyembunyikan kesedihannya. Namun Hatta tidak mau kawannya ini mengetahui jika dirinya bersedih. Dengan sekuat tenaga memendam kepedihan yang mencabik hati, Hatta berusaha menjawab Soekarno dengan wajar. Sedikit tersenyum menghibur.

– “Ya, bagaimana keadaanmu, No ?”

– Hatta menyapanya dengan sebutan yang digunakannya di masa lalu. Tangannya memegang lembut tangan Soekarno. Panasnya menjalari jemarinya. Dia ingin memberikan kekuatan pada orang yang sangat dihormatinya ini.

– Bibir Soekarno bergetar, tiba-tiba, masih dengan lemah, dia balik bertanya dengan bahasa Belanda. Sesuatu yang biasa mereka berdua lakukan ketika mereka masih bersatu dalam Dwi Tunggal. “Hoe gaat het met jou…?” Bagaimana keadaanmu?

 – Hatta memaksakan diri tersenyum. Tangannya masih memegang lengan Soekarno.

 – Soekarno kemudian terisak bagai anak kecil. Lelaki perkasa itu menangis di depan kawan seperjuangannya, bagai bayi yang kehilangan mainan. Hatta tidak lagi mampu mengendalikan perasaannya. Pertahanannya bobol. Airmatanya juga tumpah. Hatta ikut menangis.

 – Kedua teman lama yang sempat berpisah itu saling berpegangan tangan seolah takut berpisah. Hatta tahu, waktu yang tersedia bagi orang yang sangat dikaguminya ini tidak akan lama lagi. Dan Hatta juga tahu, betapa kejamnya siksaan tanpa pukulan yang dialami sahabatnya ini. Sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh manusia yang tidak punya nurani.

– “No…” Hanya itu yang bisa terucap dari bibirnya. Hatta tidak mampu mengucapkan lebih. Bibirnya bergetar menahan kesedihan sekaligus kekecewaannya. Bahunya terguncang-guncang.

 – Jauh di lubuk hatinya, Hatta sangat marah pada penguasa baru yang sampai hati menyiksa bapak bangsa ini. Walau prinsip politik antara dirinya dengan Soekarno tidak bersesuaian, namun hal itu sama sekali tidak merusak persabatannya yang demikian erat dan tulus.

 – Hatta masih memegang lengan Soekarno ketika kawannya ini kembali memejamkan matanya.

 – Jarum jam terus bergerak. Merambati angka demi angka. Sisa waktu bagi Soekarno kian tipis.

 – Sehari setelah pertemuan dengan Hatta, kondisi Soekarno yang sudah buruk, terus merosot. Putera Sang Fajar itu tidak mampu lagi membuka kedua matanya. Suhu badannya terus meninggi. Soekarno kini menggigil. Peluh membasahi bantal dan piyamanya. Malamnya Dewi Soekarno dan puterinya yang masih berusia tiga tahun, Karina, hadir di rumah sakit. Soekarno belum pernah sekali pun melihat anaknya.

 – Minggu pagi, 21 Juni 1970. Dokter Mardjono, salah seorang anggota tim dokter kepresidenan seperti biasa melakukan pemeriksaan rutin. Bersama dua orang paramedis, Dokter Mardjono memeriksa kondisi pasien istimewanya ini. Sebagai seorang dokter yang telah berpengalaman, Mardjono tahu waktunya tidak akan lama lagi.

 – Dengan sangat hati-hati dan penuh hormat, dia memeriksa denyut nadi Soekarno. Dengan sisa kekuatan yang masih ada, Soekarno menggerakkan tangan kanannya, memegang lengan dokternya. Mardjono merasakan panas yang demikian tinggi dari tangan yang amat lemah ini. Tiba-tiba tangan yang panas itu terkulai. Detik itu juga Soekarno menghembuskan nafas terakhirnya. Kedua matanya tidak pernah mampu lagi untuk membuka. Tubuhnya tergolek tak bergerak lagi. Kini untuk selamanya.

 – Situasi di sekitar ruangan sangat sepi. Udara sesaat terasa berhenti mengalir. Suara burung yang biasa berkicau tiada terdengar. Kehampaan sepersekian detik yang begitu mencekam. Sekaligus menyedihkan.

 – Dunia melepas salah seorang pembuat sejarah yang penuh kontroversi. Banyak orang menyayanginya, tapi banyak pula yang membencinya. Namun semua sepakat, Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa. Yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad. Manusia itu kini telah tiada.

 – Dokter Mardjono segera memanggil seluruh rekannya, sesama tim dokter kepresidenan. Tak lama kemudian mereka mengeluarkan pernyataan resmi: Soekarno telah meninggal.

Kontroversi Meninggalnya Bung Karno

Ada banyak dugaan bahwa Sang Proklamator memang dibiarkan sakit dan meninggal alias sengaja dibunuh pelan-pelan. Hal ini dapat dilihat dari cara pengobatan Sang Putera Fajar yang tidak wajar. Semua diatur dan dijaga secara super ketat mulai dari penempatan beliau yang dijadikan tahanan politik di Wisma Yasso yang membuat beliau tertekan sampai tak bebasnya para keluarga dan kolega untuk sekedar menjenguk beliau.

Banyak resep tim dokter kepresidenan yang dipimpin oleh dr. Mahar Mardjono yang tidak ditukarkan dengan obat di apotik dan dibiarkan menumpuk di dalam kamar. Bahkan untuk mengobati sakit gigi Bung Karno pun tim dokter harus minta izin dari Soeharto yang saat itu menjabat sebagai presiden.

Usaha untuk mendatangkan alat medis dari China juga ditolak oleh Soeharto. Dengan kata lain Bung Karno memang dibiarkan sakit dan meninggal pelan-pelan. Benar-benar perlakuan yang tak manusiawi untuk seorang yang begitu besar jasanya pada Republik ini.

Penghargaan Untuk Bung Karno

Keaktifan Bung Karno dalam perpolitikan di dalam maupun di luar negeri banyak mendapat apresiasi dari pihak internasional dan juga dari dalam negeri. Bahkan sampai beliau wafat pun nama beliau tetaplah dikenang oleh masyarakat internasional. Berikut ini penghargaan saat beliau masih menjadi presiden:

  • Doktor Honoris Causa dari UGM, ITB, UI, UnHas, IAIN Jakarta, Universitas Padjajaran dan Universitas Muhammadiyah.
  • Doktor Honoris Causa dari pihak asing seperti dari Columbia University (USA), Berlin University (Jerman), Lomonosov University (Rusia) dan Al-Azhar University (Mesir)
  • Pada bulan April 2005 Soekarno mendapat penghargaan bintang kelas satu The Order of the Supreme Companions of OR Tambo yang berupa medali, tongkat, pin dan lencana yang berlapis emas dari Presiden Afrika Selatan Thabo Mbeki. Penghargaan ini diberikan karena jasa Soekarno yang sukses menumbuhkan solidaritas internasional dalam melawan penjajahan oleh negara adidaya amerika dan eropa. Soekarno melalui perjuangannya untuk memerdekakan Indonesia juga dianggap mampu memberi inspirasi negara-negara afrika yang waktu itu masih dijajah oleh negara eropa serta dalam membebaskan diri dari paham apartheid.
  • Bandara Internasional di Jakarta di beri nama Bandara Soekarno Hatta.
  • Gelora Senayan yang dahulunya bernama Gelora Soekarno dikembalikan lagi namanya menjadi Gelora Bung Karno.
  • Untuk memperingati haul Bung Karno yang ke 100, kantor Filateli Jakarta mencetak prangko “100 tahun Bung Karno” yang diterbitkan dalam empat macam yaitu Rp 500 yang berisi gambar Soekarno waktu masih sekolah menengah, Rp 800 berisi gambar Soekarno saat menjadi mahasiswa di ITB, Rp 900 bergambar Soekarno ketika membacakan Teks Proklamasi dan Rp 1000 bergambar Soekarno saat menjadi Presiden RI yang pertama.
  • Selain oleh pemerintah RI, prangko bergambar Soekarno juga dicetak di Kuba pada tanggal 19 Juni 2008. Didalam prangko tersebut tampak Presiden Soekarno yang sedang bersama dengan Presiden Kuba Fidel Castro.
  • Di Bangkok, Thailand tepatnya di museum Madame Tussauds terdapat patung lilin Bung Karno yang merupakan penghargaan bagi Soekarno atas jasa-jasanya dalam perannya di dunia internasional selama menjabat sebagai Presiden.

Selain penghargaan, banyak yayasan yang didirikan dengan nama Bung Karno yaitu Yayasan Bung Karno dan Yayasan Pendidikan Soekarno yang kemudian juga membuka Universitas Bung Karno yang telah diresmikan oleh Presidenn BJ Habibie pada tanggal 25 Juni 1999.

Kata Mutiara Soekarno

  1. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya. (Pidato Bung Karno di Hari Pahlawan 10 Nop.1961)
  1. Janganlah mengira kita semua sudah cukup berjasa dengan segi tiga warna. Selama masih ada ratap tangis di gubuk-gubuk pekerjaan kita selesai ! Berjuanglah terus dengan mengucurkan sebanyak-banyak keringat.
  1. Kita bangsa besar, kita bukan bangsa tempe. Kita tidak akan mengemis, kita tidak akan minta-minta apalagi jika bantuan-bantuan itu diembel-embeli dengan syarat ini syarat itu ! Lebih baik makan gaplek tetapi merdeka, dari pada makan bestik tetapi budak. [Pidato HUT Proklamasi, 1963]
  1. Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan kemajuan selangkah pun.
  1. Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian, bahwa kekuasaan seorang presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanyalah kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.
  1. Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri. (Sindiran terhadap Soeharto)
  1. Tidak seorang pun yang menghitung-hitung berapa untung yang kudapat nanti dari Republik ini, jikalau aku berjuang dan berkorban untuk mempertahankannya.
  1. ……….Bangunlah suatu dunia di mana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan……
  1. Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.
  1. Bangsa yang tidak percaya kepada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang merdeka.
  1. Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala dari pada masa yang akan datang.

Biodata Soekarno

Nama : Soekarno

Nama Dengan Gelar : Ir. Soekarno

Jabatan : Presiden RI Pertama

TTL : Blitar, 6 Juni 1901

Wafat : Jakarta, 21 Juni 1970

Partai Politik : PNI

Profesi : Politikus , Insinyur

Agama : Islam

Tanda Tangan :

Nama Istri : Oetari (1921-1923)

Inggit Garnasih (1923-1943)

Fatmawati (1943-1956)

Hartini (1952-1970)

Kartini Manoppo (1959-1968)

Ratna Sari Dewi (1962-1970)

Haryati (1963-1966)

Yurike Sanger (1964-1968)

Heldy Djafar (1966-1969)

Nama Anak : Guntur Soekarnoputra

Megawati Soekarnoputri

Rachmawati Soekarnoputri

Sukmawati Soekarnoputri

Guruh Soekarnoputra (dari Fatmawati)

Taufan Soekarnoputra

Bayu Soekarnoputra (dari Hartini)

Totok Suryawan (dari Kartini Manoppo)

Kartika Sari Dewi Soekarno (dari Ratna Sari Dewi)

Ref : Wikipedia , BTD

Baca Juga Artikel Dibawah ini :

Biografi 5 Blogger Kaya Raya Dunia

Biografi Ustadz Jefri Al Buchori – Ustad Gaul Idola Remaja

Biografi BJ Habibie – Bapak Teknologi dan Demokrasi Indonesia

Biografi Dahlan Iskan – Orang Miskin Yang Jadi Raja Media dan Menteri BUMN

Biografi RA Kartini – Pahlawan Wanita Indonesia

Biografi Agnes Monica – Yang Muda Yang Mendunia
Biografi Bob Sadino – Pemilik Kemfood dan Kemchick
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s